Jumat, 27 Agustus 2010

apakah aku bangga indonesia

sebagai warganegara /rakyat kecil yang baik seharusnya kita memang "kudu" bangga terhadap indonesia dan segala ragamnya.bagaimana tidak membanggakannya keadaan tanah air kita ini, dengan segala isi yang melimpah dan bernilai tinggi, hal ini yang menjadikan negara lain iri .juga keaneka ragaman budayanya yang lebih bermacam dari yang bisa diakui oleh negara negara tetangga.dan indonesia adalah salah satu negara yang memproklamirkan kemerdekaannya.kita salut dengan keberanian dan tekad pendiri pendiri negara ini.dengan hal hal tersebut seharusnyalah aku "wajib" bangga  dengan indonesiaku.tapi, untuk saat saat sekarangdengan keadaan sdm , kebijakan yang tidak bijak, maka untuk sementara waktu dan entah sampai kapan, terpaksalah  aku tunda dulu rasa ini.
waspadalah tentang "berbisik bisik si raja kelana memuja pulau nan indah permai", mungkin berbisiknya itu perlu kita cermati.bisa juga khan berbisiknya itu untuk memperdaya kita dengan segala argumen mereka. apalagi argumen mereka di"amin"kan oleh bapak bapak/ ibu ibu pengelola negara ke"bangga"an kita ini. maka semakin tidak meyakinkan tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. aku pernah mendengar potongan pidato yang kira kira seperti ini: marilah kita berjuang,bekerja untuk mensejahterakan rakyat indonesia yang kita cintai.dalam hati aku bertanya: siapakah yang beruntung dicintainya?,terus bagaimana rakyat jelata seperti aku ini. boro boro dicintai, dikenal juga kagak.jadi mungkinkah aku ini termasuk golongan yang disejahterakan oleh mereka?.kayaknya enggak tuh  padahal sebutan mereka keren" seperti:ibu pembangunan, ibu reformasi, ibu demokrasi dll.

Senin, 16 Agustus 2010

bersama kesulitan, ada kemudahan

Bagi sobat sobat yang di bulan Ramadhan ini masih berkutat dengan keluhan  keluhan mengenai kesulitan apapun,hendaknya kita sadari bahwa orang yang merasa banyak mendapat masalah/kesulitan itu adalah orang yang unggul secara spiritual.  Coba kita sadari secara sederhana pola pikir kita , misalnya : dengan banyaknya persoalan pasti banyak juga jalan keluar. itu aja dulu penyederhanaan pola pikir kita. jika kita hanya diberi  satu persoalan (dan hal tsb kayaknya sih nggak mungkin) maka tentu Tuhan juga cuma kasih satu jalan keluar. Jikalau Tuhan memberi kita banyak kesulitan/ persoalan, seyogyanya kita tahu bahwa Tuhan juga memberi jalan keluar sebanyak itu juga. Bahwa Tuhan tidak pernah menguji hambaNya diluar kemampuannya berarti orang tsb akan mampu menyelesaikan kesulitan tsb. Jadi orang tsb lebih mampu/unggul daripada orang dengan satu atau dua persoalan yang harus diselesaikannya. Mungkin itulah makna yang tersirat, hanya sayang kadang " atau mungkin selalu, kita tidak menyadari kelebihan/keunggulan kita tsb. Seperti yang aku rasakan saat ini.

Jumat, 13 Agustus 2010

ngurangi dosa

Sebagai pengguna roda dua di jalan raya ibukota yang macet melulu maka di bulan puasa ini ,patuhi aja lalin dan bersabar supaya bisa ngerem dosa kita dan dosa orang orang yang ada disitu.